Situasi di sekitar Anyer pasca-kejadian tsunami tampak suram karena pemandangan dari sisa-sisa strukturbangunan dan kontainer (27/12). Asap tebal yang berasal dari Gunung Anak Krakatau mulai menampakkan diri di kejauhan. Tim Relawan BSMI Jakarta Raya tiba yang telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Anyer di Kabupaten Serang dan Puskesmas Cinangka di Kabupaten Pandeglang sejak
Selasa (25/12) mengidentifikasi adanya tiga lokasi dengan dampak tsunami terhebat, yakni: Umbul Tanjung (Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang), Kecamatan Sumur (Kabupaten Pandeglang), dan Pulau Sangiang (Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang). Dampak tsunami dapat terlihat dari garis pantai hingga sekitar 200 meter ke arah daratan.

Hari ke-3 pascabencana (25/12), Tim Relawan BSMI Jakarta Raya bergerak menuju Umbul Tanjung dan menuju Kecamatan Sumur pada keesokan harinya (26/12). Dampak tsunami Sabtu malam (22/12) lalu di pesisir pantai wilayah Barat Pulau Jawa terlihat dari garis pantai hingga sekitar 200 meter ke daratan. Bangunan runtuh, beragam petugas pemerintah dan relawan, serta alat-alat berat menjadi pemandangan baru di sepanjang pantai menuju Umbul Tanjung. Relawan yang berada di lokasi diantaranya berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Palang Merah Indonesia (PMI), Lazis Dewan Dakwah, dan masyarakat sekitar.

Tim Relawan BSMI Jakarta Raya adalah yang pertamakali melakukan pelayanan kesehatan di posko pengungsian Umbul Tanjung. Meski Umbul Tanjung tergolong lokasi dengan dampak tsunami terparah, cukup banyak pemukiman penduduk yang masih aman karena berlokasi di perbukitan. Korban luka-luka tidak banyak, namun menanganinya butuh waktu yang tidak sebentar. Posko pengungsian Umbul Tanjung
menampung sekitar 500 penduduk/korban, dimana 163 orang diantaranya langsung memenuhi posko kesehatan dalam waktu 3 jam. Kebutuhan utama penduduk/korban disini adalah obat-obatan serta logistik sehari-hari: makanan dan minuman.

Sementara itu, akses jalan Tanjung Lesung dikabarkan terputus saat tim sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Sumur Rabu (26/12) malam. Jalur lain via Cigeulis – Cibaliung – Cimanggu – Sumur pun ditempuh, namun karena situasi di Kecamatan Sumur yang sulit dan waktu yang terbatas, tim pada akhirnya memutuskan untuk mendirikan basecamp dan pusat pendistribusian logistik di Cimanggu. Salah satu posko pengungsian terdekat lain di jalur ini berada di SD Negeri 1 Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Posko ini juga menampung kurang lebih 500 pengungsi. Tim BSMI Jakarta Raya telah berupaya bersama TNI, PMI, dan tim relawan Lazis Dewan Dakwah untuk memastikan bantuan meliputi Cigeulis hingga
Sumur dengan adekuat, terutama Kecamatan Sumur yang relatif lebih sedikit menerima bantuan dibandingkan daerah lain.

Sejauh ini, Kecamatan Sumur tergolong sebagai prioritas tinggi bagi yang ingin menyalurkan bantuan baik bantuan kesehatan maupun logistik. Seluruh relawan yang berperan dalam bencana ini tergolong kompeten dan memiliki kinerja yang baik, namun daerah tertentu terancam mengalami kekurangan bantuan karena akses yang sulit. Dalam dua hari ke depan, tim lapangan BSMI Jakarta Raya berupaya melanjutkan mobile clinic ke daerah Kecamatan Sumur.

Sumber:
1. Activity Report Tim Relawan BSMI Jakarta Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *